Senin, 19 Januari 2015

    Nama saya Dewi Sekar Arum. pada saat aku kelas 8 aku pernah diajak Nenek ku ke rumah saudara ku yg ada di mbangel, waktu aku kesana tidak kusang kah klau aku menaiki kereta api. aku sangat senang sekali waktu naik kereta api walaupun itu pertama kali aku naik kereta api. aku bisa melihat pemandangan lewat samping cendela.
    Tak terasa aku sudah sampai di mbangil. jaral rumah saudaraku lumayan jauh jarih setasiun kereta api. jadi aku harus menunggu angkot terlebih dahulu. 
    Aku menunggu angkot cukup lama sekali, akhir nya aku dan nenek ku memutus kan untuk naik becak. akhir nya aku naik becak untuk kerumah saudara ku. akhir nya aku sampai di rumah saudaraku.
   Sayang nya aku tidak bisa lama-lama disana.waktupun sudah sore aku dan nenek ku segera oelang dari rumah saudara  ku.saat pulang aku kembali lagi naik kereta api. di perjalanan pulang aku melihat suasana malam di samping cendela kereta api. takterasa aku udah nyampekdi setasiun kepanjen. terima kasih. .   

Jumat, 16 Januari 2015

Ayahku Pahlawan Kami

Perkenalkan namaku adalah Adhelia Egita Pristika. aku biasa dipanggil Adhelia. Aku lahir pada tanggal 4 Agustus 1999. aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara. aku sangat banggak kepada kepada kedua orang tuaku yang telah merawat dan mendidik aku. mereka tak pernah lelah dan bosan untuk menegur aku saat aku salah.

Aku sangat bangga dengan Ayah dan Ibuku. mereka tidak pernah lelah berjuang mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarga kecilku ini. meski Ayah hanyalah seorang sopir musiman, tetapi aku tidak malu memiliki ayah seperti beliau. Beliau bekerja bertaruh nyawa di sepanjang jalan. bukan hanya di pulau Jawa tetapi beliau juga keluar Pulau Jawa.

Aku tidak pernah mengeluh tentang keluarga kecilku ini. meski terkadang kami semua rindu dengan ayah. itu hanya bisa kami ungkapkan lewat telepon saja. karena terkadang ayah pulang hanya 1 bulan sekali, itupun tidak pasti. Dari kerja keras Ayah mulai dari aku masih kecil hingga sekarang ayah bisa membeli mobil sendiri. meski itu hanya mobil bekas.

Ada satu cita-cita ayah yang belum tercapai selain memiliki keluarga yang bahagia. yaitu menaikhajikan Nenek. Karena belum cukup uang maka mobil yang ayah beli di jual lagi karena untuk biaya naik haji. itupun ayah juga menjual tanah warisan dari nenek. meskipun nenek melarang tetapi itu semua buat kebaikan nenek.

Suatu saat, saat nenek mau daftar, salah satu kakak ayahku marah-marah karena dia tidak suka kalau nenek naik haji. katanya masih belum punya uang untuk membiayai itu semua. Kata-kata itu menjadikan kami semua marah.

Setelah mobil yang ayah beli dijual lagi. sekarang ayah ganti profesi yang mulanya menjadi sopir sekarang buka warkop di rumah. Alhamdulillah usaha ini lancar dan ayah bisa menaikhajikan nenek. berkat usaha dan kerja keras ayah, kami semua hidup tentram tanpa ada konflik seperti dulu.

Aku bangga dengan ayah. beliau adalah pahlawan keluarga kami